Terwujudnya
Indonesia Emas 2045
Indonesia termasuk Negara berkembang
. Namun Indonesia akan menjadi Negara maju karena saat ini , Indonesia mulai
berkembang pesat dengan kemajuan teknologi saat ini . Sumber Daya Alam yang
melimpah juga merupakan faktor pendukung untuk majunya Indonesia . Selain
Sumber Daya Alam yang melimpah , Sumber Daya Manusia di Indonesia juga makin
meningkat . Dimasa sekarang anak – anak sudah menempuh pendidikan yang bagus
dan berkualitas tinggi. Kita semua harus yakin akan terwujudnya Indonesia Emas
2045 karena Indonesia memiliki semuanya . Anak-anak yang cerdas , SDA yang
melimpah ,dan SDM yang berkualitas dimiliki oleh Indonesia . Namun anak muda
jaman sekarang kurang cinta terhadap negaranya sendiri . Mereka beranggapan
bahwa Negara lain lebih maju dan mereka memilih mengikuti tren luar negeri .
Jadi , indonsia kurang memiliki dukungan anak – anak muda nya .Terlebih lagi ,
pada era globalisasi ini banyak budaya – budaya barat yang masuk ke Indonesia .
Anak – anak muda sekarang pun mudah terpengaruh oleh budaya – budaya tersebut .
Budaya – budaya barat mudah mempengaruhi anak muda jaman sekarang karena budaya
barat menganut aliran kebebasan atau liberal . Jadi, anak muda jaman sekarang
banyak yang semaunya sendiri , semena-mena terhadap orang lain .
Untuk bisa mewujudkan nya , kita
harus mengubah anak muda jaman sekarang. Mulai dari sikap , perilaku , dan lain
lainnya harus kita benahi . Naum selain dari sisi generasi muda , generasi yang
sudah mendahului pun juga harus di benahi . Kita harus membasmi bersih para
koruptor . Tiada ampun dengan koruptor . Selain korupsi kita juga harus
menghilangkan kebiasan suap-menyuap . Contoh kecilnya , padasaat kita melanggar
lalu lintas kita terkena denda , janganlah kita menyuap polisi tersebut agar di
bebaskan . Meskipun kecil , tapi lama kelamaan bisa merusak moral bangsa itu
sendiri . Lalu para pejabat pejabat jaman sekarang mulai tertangkap oleh KPK (
Komisi Pemberantasan Korupsi) . Itu lah yang merusak bangsa ini
Peran pendidikan dalam mempersiapkan
generasi 2045 sangat penting. Dalam konteks penyiapan generasi 2045, peran
pendidik sangatlah penting dan masa depan bangsa ada di pundak pendidik atau
guru.
Sistem pendidikan masa depan bangsa Indonesia adalah
pendidikan yang mengantarkan generasi masa kini menjadi generasi emas Indonesia
2045. Generasi ini akan menjadi generasi penduduk warga dunia yang bersifat
transkultural, namun harus tetap hidup dan berkembang dalam jati diri dan
budaya Indonesia sebagai sebuah bangsa yang bermartabat. Daya saing di satu
sisi dan kemampuan kolaborasi di sisi lain adalah dua kompetensi yang harus saling mendukung
sebagai profil dasar manusia Indonesia 2045. Gambaran sosok manusia Indonesia
generasi 2045 harus menjadi upaya pendidikan, dan pendidikan akan memainkan
peran baru dalam perspektif pengembangan generasi 2045.
Peran pendidikan harus diikuti dengan profesionalisme guru,
yang kunci utamanya terletak pada guru dan pendidikan guru yang bermutu. Guru
bermutu menjadi variabel penting bagi terwujudnya pendidikan yang bermutu.
Pengembangan profesionalisme guru di lapangan harus dipandang sebagai sebuah
perkembangan yang bersifat ilmu jangka panjang yang didukung oleh sistem
pengelolaan ketengaan guru yang berorientasi profesi dan tidak berorientasi
birokrasi.
Sistem Pendidikan yang Memungkinkan Dihasilkannya Pendidik
dan Tenaga Kependidikan yang Kompeten untuk Mempersiapkan Generasi 2045,
investasi pendidikan adalah prediktor masa depan bangsa yang tercermin dalam
mutu SDM yang dihasilkan melalui upaya pendidikan itu. Modal dasar yang amat
dahsyat di Indonesia adalah potensi jumlah penduduk produktif. Dalam kurun
waktu 15-20 tahun mendatang diperkirakan lebih dari 60% penduduk Indonesia
berada pada usia produktif. Potensi ini harus dikelola dengan tepat dan pendidikan
adalah wahana paling strategis untuk mengelola potensi penduduk produktif
dimaksud.
Mereka yang akan menduduki posisi usia produktif pada 15-20 tahun
yang akan datang adalah mereka yang pada saat ini berusia antara 0-40 tahun.
Dari rentang usia itu dua kutub kritis yang harus menjadi perhatian adalah
mereka yang berada pada kelompok usia dini (0-5 tahun) dan usia mahasiswa
(18-23 tahun) yang saat ini sedang menempuh kuliah. Kelompok usia dini akan
menjadi mahasiswa pada 15 tahun mendatang dan kelompok mahasiswa saat ini akan
menjadi kelompok yang amat produktif pada tahun 2035.
Pendidikan memang bukanlah persoalan yang mudah,
bila kita tanam sekarang ia dapat dirasakan hasilnya 20 tahun mendatang. Maka
dari itu, kita harus bersinergi untuk mewujudkan generasi emas 2045 (100 tahun
Indonesia Merdeka). Persoalan-persoalan itu dapat kita pecahkan bersama-sama
dengan bergandengan tangan. Tidak ada lagi yang lalai dalam tugas mendidik,
tidak saling adu jotos, merokok di sekolah, jujur dalam mengelola anggaran
pendidikan, terlebih lagi guru mau menjadi pembelajar sejati dan terus berusaha
untuk meningkatkan kapasitas dirinya sehingga dapat terwujud Guru teladan . Karenanya pendidikan yang bermutu
harus terus diupayakan oleh sang guru. Mereka adalah mutiaranya agent of
change, pelaku perubahan agar menghasilkan manusia Indonesia yang religius,
cerdas, produktif, andal dan komprehensif melalui layanan pembelajaran yang
prima terhadap peserta didiknya, sehingga terwujud generasi emas tahun 2045.
Gambaran sosok manusia
Indonesia generasi 2045 harus menjadi pijakan dan cantolan upaya pendidikan,
dan pendidikan akan memainkan peran baru dalam perspektif pengembangansosok
generasi 2045. Peran baru pendidikan harus diikuti dengan profesionalisme guru,
yang kunci utamanya terletak pada guru dan pendidikan guru yang bermutu.
Peran guru yang baik
mempunyai pengaruh yang besar bagi prestasi siswa, yaitu 30% prestasi siswa
dibentuk melalui guru yang profesional, walaupun karakter siswa sendiri yang
mempunyai presentase yang besar dalam keberhasilan seorang siswa, tetapi perlu
diperhatikan andil seorang guru sangat besar.
Salah satu dampak
negatif dari pendidikan yang berjalan satu arah dengan Guru yang dominan tentu
saja adalah menjadi pasif nya para siswa di kelas. Dari sikap pasif ini dengan
mudah berkembang sifat yang cenderung apatis. Bila tidak apatis yang muncul
adalah tidak adanya keberanian untuk bertanya di forum kelas bila ada sesuatu
yang mereka tidak mengerti. Kondisi ini dengan mudah pula dapat ditebak bahwa
hasil pendidikan si anak murid akan sangat rendah kualitasnya. Secara tidak
langsung, atmosfer pendidikan yang seperti itu, telah mengembangkan sifat
rendah diri bagi para murid, karena dia atau mereka selalu di posisikan pada
kondisi sebagai orang yang tidak tahu apa-apa. Belum lagi dengan posisi yang
sangat dominan dari seorang guru, maka kesempatan bertanya bagi para murid
menjadi sangat kecil. Apabila kualitas sang Guru berada dalam tingkat yang
pas-pasan, maka dipastikan Guru tidak akan memberikan kesempatan anak murid
bertanya, atau bila muncul pertanyaan, sang Guru akan memberikan jawaban yang
tidak akan memuaskan murid-muridnya.
Seorang guru sangat
menentukan sekali, sebagus apapun gedung sekolahnya atau selengkap apapun
fasilitas yang terdapat di sekolah, tetap saja faktor guru yang profesional
yang dapat mendorong keberhasilan siswa, sementara sekolah hanya sedikit
pengaruhnya.
Seorang guru itu
mengajar dengan hati, artinya ilmu pengetahuan yang akan ditanamkan kepada
siswa harus sudah tertanam dalam hati seorang guru, sehingga nantinya proses
belajar mengajar bukan lagi mentransfer ilmu yang ada dalam buku melainkan ada
kesan yang membekas.
Terdapat kekhawatiran
dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, kekhawatiran tersebut ialah dalam
menjalankan roda perekonomian bangsa jangan sampai dikendalikan oleh warga
asing, justru harus sebaliknya.
Dengan demikian, kunci
utamanya adalah pendidikan, oleh karena itu, diperlukan komitmen yang tinggi
dalam mengembangkan mutu pendidikan serta peranan guru yang bermutu dalam
mewujudkan itu semua.

1 comments:
Mantap mas artikelnya terimakasih :)